photo slide

Loading...

Selasa, 27 November 2012

Bentuk-Bentuk Stratifikasi Sosial

         Setiap lapisan dalam susunan tertentu mempunyai sifat dan kesatuannya sendiri. Namun demikian, setiap lapisan memiliki sifat yang menghubungkan suatu lapisan dengan lapisan yang berada di bawah atau di atasnya. Secara sederhana, stratifikasi sosial terbagi ke dalam tiga lapisan, yaitu lapisan atas (upper), lapisan menengah (middle), dan lapisan bawah (lower). Bentuk stratifikasi sosial dalam masyarakat ada bermacam-macam, seperti stratifikasi ekonomi, stratifikasi politik, dan stratifikasi sosial.
a. Stratifikasi Ekonomi
Stratifikasi ekonomi dapat dilihat dari segi pendapatan, kekayaan, dan pekerjaan. Stratifikasi ekonomi mendasarkan pelapisan pada faktor ekonomi. Jadi, orang-orang yang mampu memperoleh kekayaan ekonomi dalam jumlah besar akan menduduki lapisan atas. Sebaliknya, mereka yang kurang atau tidak mampu akan menduduki lapisan bawah. Dengan demikian, kemampuan ekonomi yang berbeda menyebabkan terjadinya stratifikasi ekonomi.
Golongan masyarakat yang menduduki lapisan atas dalam stratifikasi ekonomi, misalnya pengusaha besar, pejabat, dan pekerja profesional yang memiliki penghasilan besar. Sementara itu, golongan yang menduduki lapisan sosial paling bawah, antara lain gelandangan, pengemis, pemulung, dan buruh tani. Stratifikasi ekonomi bersifat terbuka karena
memungkinkan bagi masyarakat untuk pindah ke lapisan sosial yang lebih tinggi jika mampu dan berprestasi.
 
Penarik becak                                                                                              Pegawai kantor
Sumber : www trekearth.com.
b. Stratifikasi Sosial
Pelapisan jenis ini berhubungan dengan status atau kedudukan seseorang dalam masyarakat. Menurut Max Weber, manusia dikelompokkan dalam kelompok-kelompok status berdasar atas ukuran kehormatan. Kelompok status ini, didefinisikan Weber sebagai kelompok yang anggotanya memiliki gaya hidup tertentu dan mempunyai tingkat penghargaan sosial dan kehormatan sosial tertentu. Pembagian pelapisan pada kriteria sosial maksudnya adalah stratifikasi, antara lain dalam arti kasta, pendidikan, dan jenis pekerjaan.

Stratifikasi sosial berdasarkan kasta dapat dijumpai pada masyarakat India. Masyarakat India menjalankan sistem kasta secara ketat dan kaku. Sistem kasta ini didasarkan pada agama Hindu. Dalam sistem kasta tidak memungkinkan bagi seseorang untuk dapat pindah dari satu lapisan ke lapisan yang lainnya. Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria pendidikan karena orang-orang di dalam sangat menghargai pendidikan sehingga menempatkan mereka yang berpendidikan tinggi ke dalam kedudukan yang tinggi pula. Stratifikasi sosial bidang pendidikan bersifat terbuka, artinya seseorang dapat naik pada tingkat yang lebih tinggi apabila dia mampu dan berprestasi.
Stratifikasi pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1) pendidikan sangat tinggi, antara lain doktor dan profesor;
2) pendidikan tinggi, antara lain sarjana dan mahasiswa;
3) pendidikan menengah adalah mereka yang mengenyam bangku SMA;
4) pendidikan rendah adalah mereka yang mengenyam pendidikan hanya sampai tingkat SD dan SMP;
5) tidak berpendidikan atau buta huruf.
c. Stratifikasi Politik
Indikator yang digunakan untuk membedakan masyarakat berdasarkan dimensi politik adalah kekuasaan. Jadi, politik identik dengan kekuasaan. Mereka yang memiliki kekuasaan terbesar akan menduduki lapisan sosial atas. Begitu pula sebaliknya, yang sedikit bahkan sama sekali tidak memiliki
kekuasaan akan berada pada lapisan bawah. Kekuasaan adalah kemampuan untuk memengaruhi individu-individu lain dan memengaruhi pembuatan keputusan kolektif.
Robert D. Putnam mengatakan bahwa kekuasaan adalah probabilitas untuk memengaruhi alokasi nilai-nilai otoritatif. Sementara itu, menurut Max Weber, kekuasaan adalah peluang bagi seseorang atau sejumlah orang untuk mewujudkan keinginan mereka sendiri melalui suatu tindakan komunal meskipun mengalami tentangan dari orang lain yang ikut serta
dalam tindakan komunal itu. Dalam masyarakat, pembagian kekuasaan yang tidak merata sudah terjadi sejak lama. Menurut Gaetano Mosca, dalam setiap masyarakat selalu terdapat dua kelas penduduk,yaitu kelas penguasa dan kelas yang dikuasai. Kelas penguasa jumlahnya lebih sedikit daripada kelas yang dikuasai. Kelaspenguasa menjalankan semua fungsi politik, memonopolikekuasaan, dan menikmati keuntungan yang diberikan oleh
kekuasaan itu.
Menurut Vilfredo Pareto ada beberapa asas yang mendasar terbentuknya stratifikasi sosial berkaitan dengan kekuasaan politik, yaitu:
1) kekuasaan politik, seperti halnya barang-barang sosial lainnya didistribusikan dengan tidak merata;
2) pada hakikatnya orang yang dikelompokkan dalam dua kelompok, yaitu mereka memiliki kekuasaan politikpenting dan mereka yang tidak memilikinya;
3) secara internal, elite itu bersifat homogen, bersatu, dan memiliki kesadaran kelompok;
4) elite mengatur sendiri kelangsungan hidupnya dan keanggotaannya berasal dari lapisan masyarakat yang sangat terbatas;
5) kelompok elite pada hakikatnya bersifat otonom, kebal akan gugatan dari siapa pun di luar kelompoknya mengenai keputusan-keputusan yang dibuatnya. Namun demikian, asas-asas tersebut lebih banyak digunakan oleh pemerintahan yang diktator. Negara demokratis, kekuasaan telah didistribusikan lebih terfragmentasi ke berbagai kelompok. Siapa pun yang berkuasa biasanya akan selalu dikontrol oleh kelompok-kelompok yang
ada di luar sistem.
Vilfredo Pareto (1848 - 1923)
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar